Berdasarkan pemaparan dari Prof. Dr. Marsigit, M.A. pada
perkuliahan Strategi Pembelajaran Matematika, Proses Belajar Mengajar (PBM) dibedakan
menjadi dua yaitu Pembelajaran Faktual dan Pembelajaran Formal.
Pembelajaran Faktual didasarkan pada variasi interaksi yang
meliputi budaya atau kebiasaan, konteks PBM, suasana belajar, media, dan subjek
belajar. Guru menyusun RPP, LKS, dan media pembelajaran yang sesuai dengan
kondisi siswa di masing-masing daerah. Hal ini memungkinkan siswa dapat
membangun konsep dengan baik melalui intuisinya. Dari awal siswa sudah
dilibatkan untuk mencari tahu hingga memberikan kesimpulan materi yang
dipelajari. Siswa belajar melaui kegiatan
dan kebiasaan. Guru memfasilitasi siswa dengan menciptakan suasana
belajar yang menyenangkan dengan membahas kasus pada kehidupan sehari-hari.
Pembelajaran formal didasarkan pada teori dan filsafat
belajar mengajar. Teori-teori ini menghasilkan berbagai metode pembelajaran,
yaitu problem based learning, inquiry, cooperative learning, RME, problem
solving, Jigsaw, dan lain-lain. Pada pembelajaran ini, pemerintah sebagai
subjek formal pendidikan nasional membuat aturan-aturan belajar, text book, LKS
yang terkadang tidak sesuai dengan kebutuhan di daerah. Hal ini menjadikan
masalah karena kebutuhan siswa di masing-masing daerah berbeda satu sama lain. Selain itu juga memberikan peluang penyelewengan
dana pendidikan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Akhirnya belajar
merupakan sebuah kewajiban bagi siswa. Wajib membeli buku paket, wajib membeli
LKS, dan "wajib-wajib" lainnya.
Lesson Study yang berupa pengembangan Human Resources
Development (HRD) Guru diharapkan mampu menjadi alternatif solusi PBM di
Indonesia. Lesson study menyebabkan PBM terus berkembang dinamis dan sesuai
kebutuhan siswa. Hal ini dapat diwujudkan melalui pembelajaran inovatif.
Seperti yang kita ketahui bahwa inovative learning menempatkan siswa sebagai
subjek belajar. Siswa aktif membangun konsep matematika melalui kegiatan yang
diberikan oleh guru. Siswa diberi kebebasan diskusi dengan teman, bahkan
mengakses informasi tambahan melalui internet. Jadi guru bukan satu-satunya sumber belajar di
kelas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar