Pada hari Jumat
24 November 2017 saya berkesempatan menonton pagelaran wayang kulit di Museum
Soobudoyo, kawasan alun-alun utara Yogyakarta. Pada kesempatan ini saya pergi
bersama teman-teman kelas untuk melihat pertunjukkan wayang kulit kisah ramayana
episode kematian rahwana. Episode ini terbagi ke dalam dua scene Alengka Kingdom
1 dan Alengka Kindom 2. Pada scene Alengka Kingdom 1 diceritakan bahwa Rahwana
merasa terkejut atas kematian Kumbakarna, adiknya. Melihat kondisi ini Indrajit beserta dua
adiknya Tisirah dan Trinita berusahan menyerang Rama. Dalam medan perang
Indrajit berhadapan langsung dengan Laksmana. Pada perang tersebut Indrajit
gugur di tangan Laksmana. Pada scene
Alengka Kindom 2 diceritakan bahwa di balik kekuatan Rahwana dia tidak mampu
mengalahkan Rama. Dengan kematian Rahwana ini, dunia terbebas dari belenggu
kekuatan jahat.
Nilai etik yang
dapat diambil berdasarkan pertunjukkan wayang malam itu antara lain:
1. Kesetiaan Indrajit
kepada Rahwana Indrajit adalah salah satu putera Rahwana dan menjadi putera
mahkota Kerajaan Alengka. Indrajit merupakan ksatria yang sakti mandraguna,
dalam perang antara pihak Rama dan Rahwana, Indrajit sering merepotkan bala
tentara Rama dengan kesaktiannya. Ia punya senjata sakti yang bernama Nagapasa,
apabila senjata tersebut dilepaskan, maka akan keluar ribuan naga meyerang ke
barisan musuh. Dalam perang besar tersebut akhirnya Indrajit tewas di tangan
Laksmana, adik Rama.
2. Ketulusan cinta
Rahwana kepada Sinta. Meskipun Sinta diculik secara paksa, tetapi Rahwana menempatkannya
di bagian istana Alengka yang paling indah. Ia tak pernah menjamahnya meskipun
bisa saja kalau hanya menuruti nafsu belaka. Rahwana menawarkan cinta. Lebih
besar daripada yang sudah diberikan Rama. Cintanya melebihi apa pun di dunia. Ia
rela mempersembahkan apa pun untuk Sinta. Hingga hidup Rahwana berakhir
ditangan Rama atas nama cinta.
3. Kejahatan akan dikalahkan oleh kebaikan. Sekuat apapun Rahwana
beserta anak-anak dan saudara serta bala pasukan yang mendukungnya Ia tetap kalah
oleh Rama. Bagaimanapun angkara murka tidak akan abadi di dunia. Besarnya cinta
Rahwana menutup mata dan hatinya untuk melakukan segala cara dalam merebut
Sinta dari Rama. Hal inilah yang dapat dijadikan pelajaran bahwasanya dalam
mencapai sebuah tujuan perlu mengawali dengan proses atau cara yang baik agar
hasil yang diperoleh endatangkan keberkahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar